tergesa - gesa adalah sifat setan yang selalu ingin cepat dan tidak memikirkan apa akibat dari semua perbuatan yang akan dilakukan. lebih baik kita bersikap hati - hati dalam setiap melangkah dan mengambil keputusan agar hasil yang kita keluarkan maksimal dan bermanfaat bagi semua pihak.
Rabu, 08 Januari 2014
Kamis, 19 Desember 2013
Berlaku Adil
قُلْ
أَمَرَ
رَبِّى
بِٱلْقِسْطِ
وَأَقِيمُوا۟
وُجُوهَكُمْ
عِندَ
كُلِّ
مَسْجِدٍ
وَٱدْعُوهُ
مُخْلِصِينَ
لَهُ
ٱلدِّينَ
كَمَا
بَدَأَكُمْ
تَعُودُونَ
Katakanlah, "Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula. ( Al-'A`raf[7]:29 ).
Katakanlah, "Tuhanku menyuruhku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) pada setiap salat, dan sembahlah Dia dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata hanya kepada-Nya. Kamu akan dikembalikan kepada-Nya sebagaimana kamu diciptakan semula. ( Al-'A`raf[7]:29 ).
Adil
adalah merupakan suatu keadaan dimana semua pihak tidak merasa dirugikan. Keadilan
ini sangat berat untuk dilaksanakan kecuali orang – orang yang beriman dan
semata – mata hanya mengharap Ridha Allah. Sebab diantara keadilan itu banyak
sekali celah untuk berbuat kecurangan demi mencari keuntungan pribadi dami untuk memenangkan orang yang telah memberikan
kenikmatan sesaat. Padahal akibat dari perbuatannya akan menimbulkan masalah
yang sangat besar kelak dikemudian hari.
Allah
tidak akan menghukum manusia yang salah saat itu juga, namun Allah akan memperhitungkan
dan akan memberikan balasan / hukuman kepada setiap manusia yang melakukan
kesalahan, dengan perjalanan waktu yang tidak bisa kita ketahui. Seakan akan
kita diberi kebebasan untuk menikmati hasil perbuatan salah kita, dengan
harapan agar kita mau sadar dan kembali kepada jalan yang benar dan mohon ampun
atas kekhilapan kita, namun jika sudah bertumpuk dan dianggap sebagai hal yang
menyenagkan maka tunggulah balasan Allah pasti datang.
Dan
saat itulah manusia yang berbuat ketidak adilan akan merasakan sesak dadanya
dan mengatakan bahwa Allah tidak adil. Yang jelas Allah pasti akan membuat
perhitungan setiap apapun yang dilakukan oleh setiap hamba – Nya. Dan Allah
tidak akan pernah lalai dari apa yang dilakukan oleh para hamba - Nya
Oleh
karena itu berlaku luruslah dalam setiap tindakan baik itu mengenai
kemaslahatan umat maupun untuk diri sendiri. Kita harus selalu melatih dan
berpegang teguh pada kejujuran dan keadilan untuk menegakkan shalat kita. Sebab
kita akan merasa telah menegakkan shalat jika shalat kita telah memberikan manfaat
yang baik untuk lingkungan. Baik lingkungan keluarga masyarakat maupun Negara.
Tetapi
kalau perbuatan kita masih belum memberikan ketentraman dalam lingkungan maka
pertanyakanlah shalat kita apakah sudah sesuai dengan anjuran Allah dimana
bahwa shalat itu untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar atau masih untuk
pamer biar dianggap orang soleh ?
Senin, 02 Desember 2013
Kondisi Rasulullah Saat Menerima Wahyu Pertama
Saudaraku .........................
Wahyu yang pertama kali turun adalah surah Al – Alaq ayat 1 - 5.
Dimana Allah berfirman :
بسم الله الرحمن الر حيم
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.( Al - Alaq : 1- 5 )
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.” (QS. Al-Qiyamah : 16-19)
Ayat ini sangat jelas, Allah memilih hambaNya, Dia yang mengumpulkan 30 juz al-Quran didalam dada setiap anak manusia, bahkan Dia yang mengajarkannya secara langsung, maka ayat ini juga mengindikasikan setiap sedang bersama dengan al -Quran maka sesungguhnya sedang belajar kepada Allah, bila sudah Dia yang mengajarkan rasanya tak pantas ada kekhawatiran bagi sang murid untuk tidak bisa ‘menguasai’ Al-Quran.
Tanamkan saja kesabaran didalam hati tanpa batas, sadari betul bahwa yang sedang dilakukan adalah sebuah usaha meraih kebahagiaan ketika nanti sendirian didalam kubur, Al-Quran akan menemanimu, Al-quran akan meramaikan kuburmu, tubuhmu utuh, tak mungkin malaikat adzab akan menyentuhmu, karena tubuhmu berbalut firman2Nya. Bahkan ketika lisanmu sedang mengulang2 ayatNya demi “terekam’ dalam memori hafalanmu, sesungguhnya engkau sedang membuat dua buah mahkota yang bercahaya untuk dipersembahkan kepada kedua orangtuamu di hari kiamat nanti.
Wahyu yang pertama kali turun adalah surah Al – Alaq ayat 1 - 5.
Dimana Allah berfirman :
بسم الله الرحمن الر حيم
ٱقْرَأْ
بِٱسْمِ
رَبِّكَ
ٱلَّذِى
خَلَقَ
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.( Al - Alaq : 1- 5 )
Dalam berbagai tafsir
dan riwayat disebutkan bahwa Rasulullah dalam menerima wahyu ini terjadi dialog
dengan Malaikat Jibril. Tatkala beliau disuruh membaca namun beliau berkata : " saya
tidak bisa membaca ". ada lagi menafsirkan " apa yang saya baca " ? yang jadi pertanyaan benarkah dialog itu terjadi ? Kemudian Rasul sendiri yang menceritakan atau penafsiran
/ penjabaran untuk menguatkan bahwa beliau adalah seorang yang umi ?
Dimana tatkala Rasulullah kedatangan malaikat Jibril dalam bentuk aslinya Rasulullah merasa ketakutan dan gemetar seluruh persendiannya sehingga seluruh tubuhnya berkeringat. dalam kondisi seperti itu Malaikat Jibril menyuruh membaca : " Bacalah ". Rasulullah menjawab : " Aku tidak bisa membaca ". hal itu terjadi berulang - ulang hingga tiga kali kemudian Malaikat Jibril merengkuh Rasulullah dalam dekapannya sehingga Rasulullah mulai tenang dan Malaikat Jibril menyampaikan ayat 1 - 5 surah Al - Alaq.
Beliau lari pulang untuk
diselimuti oleh istrinya Siti Khadijah sebagai bentuk rasa takut yang sangat luar biasa. Setelah reda beliau baru bercerita dengan Siti Khotijah bahwa baru saja beliau bertemu dengan seorang Malaikat Jibril dan
membacakan wahyu seperti yang tersebut diatas. Mendengar penuturan Rasulullah Khadijah pergi ke rumah
pamannya yang seorang pendeta bernama Warakhah dan pamannya berkata bahwa : " dia adalah seorang
calon nabi ". Maka Khadijah pulang menenangkan hati suaminya agar tidak takut
sebab beliau dipilih menjadi seorang Nabi.
Dari berbagai riwayat bahwa setiap menerima wahyu Rasululllah dalam keadaan yang sangat berat untuk membawa dirinya, sehingga kadang beliau sampai tidak sadarkan diri karena beratnya wahyu yang diterima.
أخبرنا عمرو بن يزيد قال ثنا سيف بن عبيد الله قال ثنا سوار عن سعيد عن قتادة عن الحسن عن حطان بن عبد الله عن عبادة بن الصامت قال كان نبي الله إِذَا نَزَلَ عَلَيْهِ الْوَحْىُ كُرِبَ لِذَلِكَ وَتَرَبَّدَ لَهُ
Dari ‘Ubadah bin Ash Shamit Radhiyallahu’anhu, dia berkata: “adalah Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasalam Apabila wahyu sedang turun kepadanya, beliau kesusahan karenanya dan wajahnya berubah menjadi ke hitam-hitaman”.(An-Nasai’)
أخبرنا عمرو بن يزيد قال ثنا سيف بن عبيد الله قال ثنا سوار عن سعيد عن قتادة عن الحسن عن حطان بن عبد الله عن عبادة بن الصامت قال كان نبي الله إِذَا نَزَلَ عَلَيْهِ الْوَحْىُ كُرِبَ لِذَلِكَ وَتَرَبَّدَ لَهُ
Dari ‘Ubadah bin Ash Shamit Radhiyallahu’anhu, dia berkata: “adalah Nabi Muhammad Sholallahu Alaihi Wasalam Apabila wahyu sedang turun kepadanya, beliau kesusahan karenanya dan wajahnya berubah menjadi ke hitam-hitaman”.(An-Nasai’)
Hadits Diatas berkaitan tentang
keadaan nabi Muhammad Sholallahu Aalaihi Wasalam saat menerima wahyu al-Quran,
dan keadaan tersebut sering kali disaksikan oleh para sahabat dan tidak
terkecuali ‘Ubadah bi ash-Shamit, dan tentunya dalam ilmu hadits, hadits
tersebut dinamakan ‘hadits fi’liyah’.
Dan masih banyak lagi hadits lain,
Bagaimana turunnya wahyu, yg menceritakan begitu berat serta merasa kesusahan
dan bahkan membuat wajah tampan beliau (Sholallahu Alaihi Wasalam) berubah
kehitaman, hal ini merupakan kenyataan tentang ‘beratnya’ setiap huruf
al-Quran, dan tentunya sekaligus menunjukan betapa dahsyatnya ‘kekuatan’ yang
tersimpan pada setiap kata didalamnya, Subhanallah.
Inilah mengapa Allah berpesan secara
khusus bagi para pencinta al-Quran, agar mempunyai kesabaran yang lebih dalam
menghafal, tetaplah optimis dan bersemangat, tugas kita hanya berusaha dengan
seluruh kemampuan, lalu segala keputusan kembali kepadaNya, Dia yang ‘terus’
memilih kita atau bahkan ‘mengeliminasi’ dari barisan ahlul quran, (na’udzu
billahi).
Dalam firmanNya:
Dalam firmanNya:
تُحَرِّكْ
بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآَنَهُ
فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآَنَهُ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا
بَيَانَهُ
“Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Qur’an karena hendak cepat-cepat (menguasai) nya. Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya.” (QS. Al-Qiyamah : 16-19)
Ayat ini sangat jelas, Allah memilih hambaNya, Dia yang mengumpulkan 30 juz al-Quran didalam dada setiap anak manusia, bahkan Dia yang mengajarkannya secara langsung, maka ayat ini juga mengindikasikan setiap sedang bersama dengan al -Quran maka sesungguhnya sedang belajar kepada Allah, bila sudah Dia yang mengajarkan rasanya tak pantas ada kekhawatiran bagi sang murid untuk tidak bisa ‘menguasai’ Al-Quran.
Tanamkan saja kesabaran didalam hati tanpa batas, sadari betul bahwa yang sedang dilakukan adalah sebuah usaha meraih kebahagiaan ketika nanti sendirian didalam kubur, Al-Quran akan menemanimu, Al-quran akan meramaikan kuburmu, tubuhmu utuh, tak mungkin malaikat adzab akan menyentuhmu, karena tubuhmu berbalut firman2Nya. Bahkan ketika lisanmu sedang mengulang2 ayatNya demi “terekam’ dalam memori hafalanmu, sesungguhnya engkau sedang membuat dua buah mahkota yang bercahaya untuk dipersembahkan kepada kedua orangtuamu di hari kiamat nanti.
Teruslah berjuang , biarkan matamu
menatap orang2 yang hanya ‘disibukkan’ dengan urusan dunia, jadikanlah
pelajaran dan jangan engkau risau, karena yang sedang kau kejar saat ini
bersama al-quran melebihi dunia beserta isinya. JanjiNya benar dan tidak
terbantahkan, teruslah ‘membelah’ kesunyian malam dengan lantunan bacaan mulia,
jangan menyerah dan jangan mudah merasa lelah, tersenyumlah… karena yang kau
lakukan sekarang adalah yang pernah dilakukan oleh para penghuni syurga.
Semoga bisa diambil ibarohnya sebagai pelajaran, terkhusus bagi saya sendiri untuk pembelajaran agar terus belajar dan belajar lagi…
Semoga bisa diambil ibarohnya sebagai pelajaran, terkhusus bagi saya sendiri untuk pembelajaran agar terus belajar dan belajar lagi…
Sabtu, 16 November 2013
Timbangan Dan Takaran
Mengapa kamu tidak bertaqwa ?
Setiap Rasul yang datang memberi peringatan kepada umatnya
pasti ditentang dengan berbagai macam cara dan motif tergantung dari setiap
generasi yang dida’wahkan. Seperti halnya generasi Nabi Syuaib beliau menyuruh
manusia berbuat jujur dalam hal takaran dan timbangan dan tidak boleh merugikan
mansia dengan hal itu namun umatnya malah menentang dan menganggap dia seperti
orang yang kena sihir
Ketika Syua'ib berkata kepada mereka : " Mengapa kamu tidak bertaqwa ? ( Asy - Syu'ara : 177 )
Inilah
setiap awal peringatan bagi manusia untuk kembali kejalan yang lurus pasti
ditolak dengan mengatakan bahwa Nabi yang membawa kebenaran adalah seorang yang
terkena sihir. Seorang yang ingin dihormati, seorang yang menganggap dirinya
suci. Mereka tidak mau menerima ajakan dan seruan ke jalan yang lurus untuk
menghindarkan siksa dan murka Allah bahkan mereka menantang untuk membuktikan
ancaman yang sampaikan oleh para Nabi dan Rasul – Nya. Maka
generasi nabi Syuaib ditimpa azab asap hitam yang membinasakan mereka
disebabkan kemungkaran dan memusuhi utusan – Nya.
Timbangan
alat ukur untuk menentukan keseimbangan agar tidak berat sebelah, sehingga kita
akan berlaku adil dan jujur bila kita mampu menimbang dengan baik setiap
perkara yang kita hadapi. Kita tidak boleh pilih kasih dalam menentukan
kebenaran tidak memandang kepada sanak keluarga sebab timbangan adalah
merupakan suatu kebenaran yang hakiki, agar tercipta kerukunan umat dan
menempatkan proforsi manusia pada porsinya masing – masing.
Kalau
kita berat sebelah dalam menentukan timbangan maka akan terjadi kegoncangan
yang mengakibatkan ketidak teraturan dalam kehidupan. Bila hal ini dilakukan
terus menerus maka akan terjadi penumpukan persoalan yang pada akhirnya
menimbulkan ketidak puasan dalam masyarakat dan menimbulkan malapetaka yang
luar biasa.
Takaran
juga merupakan suatu alat ukur untuk menentukan kebenaran sesuai dengan fitrah
manusia. Jika kita menakar dengan hawa nafsu maka akan menimbulkan suatu
perbedaan derajat yang mengakibatkan kita tidak akan bisa berdiri normal dalam
menentukan hukum yang berlaku. Oleh karena itu kita harus menakar semua masalah
dengan kebenaran yang datangnya dari Allah, bukan kebenaran yang ditentukan
oleh manusia.
Kita
sebagai manusia harus tunduk dan patuh pada setiap aturan yang telah ditetapkan
oleh Allah niscaya kita akan menemukan kedamaian dalam hidup sebab semua sudah
diukur dan ditimbang sesuai dengan kemampuan kita. Allah tidak akan memberikan
beban kepada kita melebihi kesanggupan dan kemampuan kita. Kalau kita menerima
semua apa yang terjadi itu kita pasti mampu menyelesaikan semua persoalan yang
kita hadapi. Tinggal masalahnya kita mau bersabar dan menerima aturan Allah
atau kita ingkar dan mencari pembenaran sendiri.
Jumat, 15 November 2013
Menggeliat Menyongsong Tahun Baru Hijriah 1435 H
Saudaraku …………………
Dengan datangnya tahun baru Hijriah ini dimana kita umat
Islam sudah mulai menggeliat dengan mewarnai perayaan tahun baru Islam dengan
penuh suka cita. Walaupun masih dalam sekala kecil mungkin hanya dengan mengadakan berbagai kegiatan pawai obor atau menampilkan berbagai macam
atraksi kesenian yang bernuansa islam maupun kedaerahan. Semua gegap gempita
untuk ikut menyongsong datangnya tahun baru islam yang mana selama ini kita
masih terlena dan tertinggal dengan umat – umat lain dalam merayakan tahun
barunya.
Momentum yang sangat baik ini marilah kita gunakan untuk meningkatkan
kwalitas iman kita dengan lebih banyak berzikir dan berdo’a, baik di masjid – masjid, mushala, langggar, ataupun
surao. Yang mana dengan menggelar ritual zikir dan do’a kita akan semakin
membuka cakrawala keimanan kita semakin meningkat. Dengan begitu kita sudah
mulai menanamkan suatu tradisi agar tahun baru nantinya bukan hanya sekedar
untuk ajang pesta pora dan hura – hura, namun dengan tahun baru kita semakin
lebih aktif untuk menginstrosfeksi diri , sejauh mana keimanan kita semakin
tertata dengan baik. Kita akan selalu membuat acuan apakah keimanan kita
semakin meningkat setiap tahunnya ataukah sama atau malah menurun. Sehingga dengan
instrosfeksi itu kita akan mampu membuat suatu rencana untuk kehidupan masa
depan kita yang lebih baik dan tertata.
Saudaraku ………………….
Mengenang tahun baru hijriah kita tidak terlepas dari
perjuangan seorang rasul teladan yang membawa kebenaran bagi umat manusia untuk
meraih kejayaan demi masa depan baik dunia dan akhirat. Kita akan kembali
mengenang perjuangan Baginda Rasul Nabi kita Muhammad.SAW, betapa berat
perjuangan beliau dalam menegakkan agama Allah untuk bisa Berjaya di muka bumi
dan berkembang dengan pesat dan memancarkan sinar yang gilang – gemilang. Kita sebagai
generasi penerus yang tinggal mewarisi kejayaan itu alangkah sayangnya jika
kita melupakan perjuangan yang sangat berat dari seorang Rasul yang berjuang hanya
demi umatnya agar terselamtkan dari murka Allah agar kita dapat kembali dengan
selamat ke haribaan – Nya nanti.
Saudaraku ………………………
Hijrah adalah sebuah jalan sebuah cara bagaimana kita
mencapai tujuan untuk mendapatkan kesuksesan, keberhasilan, kejayaan dan lain
sebagainya. Namun ternyata untuk mencapai itu tidak semudah dalam angan – angan
bahkan kadang kita harus menempuh jalan yang tidak kita harapkan. Jalan yang kita tempuh tidak
selamanya lurus seperti jalan Tol yang bebas hambatan yang mana kita bisa lari
semaunya kita. Namun jalan perjuangan adalah jalan yang sangat rumpil , penuh
rintangan, penuh bahaya dan tantangan untuk melaluinya dibutuhkan keberanian
dan tekad yang kuat.
Kadang kita harus terhalang oleh gunung yang tinggi penuh
onak dan duri, dengan bebatuan yang terjal dengan cadas yang tajam namun kalau
kita yakin bahwa itu jalan dan berserah diri semata – mata hanya kepada Allah maka
Allah sendiri yang akan membuka jalan itu. Apakah kita akan jadi monyet, jadi Tarsan,
atau kita dapat melompat, atau kita akan merangkak semua cara akan kita temukan
kalau kita yakin bahwa walaupun gunung itu tetap jalan dan Allah pasti akan
membukan jalannya.
Mungkin juga kita akan terhalang oleh lautan, sungai, danau.
lautan itupun juga jalan. Dan kalau kita yakin dan berpasrah diri semata – mata
karena allah insya Allah, Allah akan membukakan jalan keluarnya. Mungkin kita
jadi ikan, mungkin kita ditelan ikan, mungkin kita berenang atau mungkin berjalan
semua itu urusan Allah. Kita hanya berusaha untuk melalui sebuah jalan dengan
keyakinan bahwa jalan itu milik Allah maka Allah yang akan membukakan jalannya.
Mungkin kita akan terhalang oleh jurang yang tajam penuh
batu yang siap menghancurkan tulang – belulang kita sehingga bila kita jatuh kemudian
membentur dinding dan bebatuan pasti akan hancur. Namun jika itu jalan yang
telah ditentukan Allah maka kita hanya berpasrah dan yakin akan kekuasaan Allah
insya Allah, Allah yang akan membukakan jalan. Mungkin kita bisa terbang,
mungkin kita akan loncat dan terjun dengan akar – akar pohon. Pokok nya semua
adalah jalan apapun bentuk dan rintangan yang kita hadapi adalah jalan. Tinggal
kita yakin kepada Allah apa tidak.
Saudaraku ……………….
Keyakinan kepada Allah yang tidak membutukan penjabaran
itulah keyakinan yang diharapkan oleh Allah. Walaupaun dibakar api api akan
dingin jalan Nabi Ibrahim, walau dipotong pedang yang tajam pedang tidak mampu
memotong jalan Nabi Ismail. Walaupun ditelan ikan tidak mati dalam perut ikan jalan
Nabi Yunus. Dan masih banyak contoh yang dapat kita ambil intinya jika kita
yakin kepada Allah Allah akan membukakan jalan keluar. Dan kalau kita gagal
syurga jaminannya dan syurga itu sebaik – baik tempat kembali.
Saudaraku ……………..
Mengawali perenungan kita di malam tahun baru hijriah ini
mari kita pusatkan hati dan pikiran kita agar lebih berkonsentrasi dan lebih
merendah dan merunduk dengan hati yang lembut menghadirkan keagungan Allah dan
memusatkan pikiran kita pada hati yang paling dalam. Sehingga akan terpancar
cahaya illahi yang bersinar terang benderang dalam lubuk hati kita dengan
begitu akan kita rasakan sebuah kekuatan yang menjalar keseluruh tubuh kita
dengan cahayanya kita akan merasakan betapa besar kekuatan yang ada pada diri
kita untuk meresapi dan merasakan suatu yang belum pernah kita rasakan. Cahaya itu
seakan merambat pelan dan menyusuri setiap pori dan rongga tubuh kita sehingga
terasa ringan dan rileks hilang semua kepenatan dan terganti dengan suasana
yang nyaman dan damai. Rasakan dan rasakan setiap gerakan nafas dan alunan
irama yang keluar dari setiap tarikan dan keluarnya nafas sehingga kita
merasakan udara hangat menyelimuti seluruh tubuh kita.
Saudaraku ………………
Kemudian kita akan merasakan betapa seakan perjuangan
rasullah mulai Nampak didepan kita. Kita akan merasakan betapa penderitaan demi
penderitaan akan kita lihat dengan jelas dan kita rasakan bagaimana Rasul di
caci maki, diludahi, diancam dengan berbagai macam ancaman semua terlihat
dengan jelas seakan kita sebagai pelaku sejarah.
Dengan keadaan sepeti itu kita mulai merasakan betapa
indahnya kasih sayang Allah kepada seluruh hamba – hambanya. Kita bisa
merasakan bahwa perjuangan yang semakin hebat akan mempunyai dampak dan
pengaruh yang luar biasa kalau kita mampu keluar dari jeratan penderitaan. Dan kalau
kita gagal tetapi kita berpasrah kepada Allah janji Allah lebih besar dan janji
Allah tidak akan meleset.
Selamat tahun baru semoga kita senantiasa meningkatkan
kwalitas keimanan kita semata – mata hanya mengharap ridha dari allah SWT. Sehingga
kita akan menjadi muslim yang kapah yang benar – benar mengerti tentang islam,
bukan semata – mata cari ketenaran dan kemuliyaan dunia semata.
Amiin …………………………………………………
Langganan:
Postingan (Atom)